loading...

Popular Posts

SHARE THIS !

Selasa, 01 Oktober 2019

Cek Pajak Kendaraan Bermotor Online Jambi

Hai sobat bloggers,

Siap-siap ditilang ya kalau belum bayar pajak kendaraan bermotor. Maka dari itu, SIM saja tidak cukup sehingganya kita juga mesti bayar pajak kendaraan. cieee dipajakin pemerintah hehe

Sebenarnya cara menghitung pajak kendaraan cukuplah mudah, pertama yang harus kita ketahui adalah NJK teman-teman. Yuk kita coba hitung :

Pak Dodi punya 5 kendaraan motor dengan tipe dan tahun yang sama. Maka dengan otomatis pajak kelima kendaraan tersebut pun sama yaitu: 

PKB: Rp 450.000SWDKLLJ: Rp 50.000
(Dapat dilihat pada STNK Kendaraan teman-teman)
Lalu berapakah pajak tiap-tiap motor Pak Dodi ?Pertama-tama hitunglah NJK nya:

NJK: (PKB x 2/3 x100) = Rp450.000 x 2/3 x 100 = Rp30.000.000
Jadi pajak tiap-tiap motor Pak Dodi ialah:
 ------------------------------------------------------------------------------------------
Motor yang pertama PKB: Rp30.000.000 x 1,5% = Rp450.000

Motor yang kedua PKB: Rp30.000.000 x 2% = Rp600.000 (Terjadi Kenaikan) 

Motor yang ketiga PKB: Rp30.000.000 x 2,5% = Rp750.000 (Terjadi Kenaikan) 

Motor yang keempat PKB: Rp30.000.000 x 4% = Rp1.200.000 (Terjadi Kenaikan)
        --------------------------------------------------------------------------------------------

Begitulah cara menghitung pajak kendaraan bermotor secara manual. Namun pada era globalisasi ini sudahlah canggih, kita tak perlu repot-repot menghitung kembali berapa tagihan yang harus dibayarkan untuk pajak kendaraan bermotor yang kita pakai.
Berikut trik mengetahui jumlah yang harus dibayarkan :


Teman-teman dapat membuka link samsat


samsat
Kemudian teman-teman cukup memasukkan nomor kendaraan saja seperti BH xxxx ZN pada kolom No. Polisi setelah itu klik Submit, tidak perlu mengisi data data yang lain.

Maka akan keluar hasilnya seperti pada gambar berikut :



Tara, hasilnya otomatis keluar, teman-teman tidak usah payah-payah menghitung lagi secara manual bahkan telah ada rincian nya dibawah. Jadi sebelum membayar ke samsat hendaknya kita mengecek terlebih dahulu berapa total biaya yang harus diperispkan.

Semoga artikel ini bermanfaat.
Terimakasih
Berikut istilah yang tercantum di STNK plus perhitungan pajaknya: 1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor). Besarnya 10 persen dari harga kendaraan (off the road) atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Baca juga: Berapa Biaya Ubah Status Warna Kendaraan di STNK? 2. PKB. Besarnya 1,5 persen dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual. 3. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja. 4. BIAYA ADM (Biaya administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM. 5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ. Perhitungan Denda PKB: 25 persen per tahun Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12 Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12 Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4. Contoh: Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000. Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Rumus Penghitungan Pajak STNK", https://otomotif.kompas.com/read/2019/05/14/110751515/begini-rumus-penghitungan-pajak-stnk.
Penulis : Aditya Maulana
Editor : Azwar Ferdian
Berikut istilah yang tercantum di STNK plus perhitungan pajaknya: 1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor). Besarnya 10 persen dari harga kendaraan (off the road) atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Baca juga: Berapa Biaya Ubah Status Warna Kendaraan di STNK? 2. PKB. Besarnya 1,5 persen dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual. 3. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja. 4. BIAYA ADM (Biaya administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM. 5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ. Perhitungan Denda PKB: 25 persen per tahun Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12 Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12 Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4. Contoh: Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000. Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Rumus Penghitungan Pajak STNK", https://otomotif.kompas.com/read/2019/05/14/110751515/begini-rumus-penghitungan-pajak-stnk.
Penulis : Aditya Maulana
Editor : Azwar Ferdian
Berikut istilah yang tercantum di STNK plus perhitungan pajaknya: 1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor). Besarnya 10 persen dari harga kendaraan (off the road) atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Baca juga: Berapa Biaya Ubah Status Warna Kendaraan di STNK? 2. PKB. Besarnya 1,5 persen dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual. 3. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja. 4. BIAYA ADM (Biaya administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM. 5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ. Perhitungan Denda PKB: 25 persen per tahun Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12 Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12 Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4. Contoh: Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000. Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Rumus Penghitungan Pajak STNK", https://otomotif.kompas.com/read/2019/05/14/110751515/begini-rumus-penghitungan-pajak-stnk.
Penulis : Aditya Maulana
Editor : Azwar Ferdian
Berikut istilah yang tercantum di STNK plus perhitungan pajaknya: 1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor). Besarnya 10 persen dari harga kendaraan (off the road) atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Baca juga: Berapa Biaya Ubah Status Warna Kendaraan di STNK? 2. PKB. Besarnya 1,5 persen dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual. 3. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja. 4. BIAYA ADM (Biaya administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM. 5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ. Perhitungan Denda PKB: 25 persen per tahun Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12 Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12 Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4. Contoh: Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000. Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Rumus Penghitungan Pajak STNK", https://otomotif.kompas.com/read/2019/05/14/110751515/begini-rumus-penghitungan-pajak-stnk.
Penulis : Aditya Maulana
Editor : Azwar Ferdian
Berikut istilah yang tercantum di STNK plus perhitungan pajaknya: 1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor). Besarnya 10 persen dari harga kendaraan (off the road) atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Baca juga: Berapa Biaya Ubah Status Warna Kendaraan di STNK? 2. PKB. Besarnya 1,5 persen dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual. 3. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja. 4. BIAYA ADM (Biaya administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM. 5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ. Perhitungan Denda PKB: 25 persen per tahun Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12 Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12 Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4. Contoh: Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000. Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Rumus Penghitungan Pajak STNK", https://otomotif.kompas.com/read/2019/05/14/110751515/begini-rumus-penghitungan-pajak-stnk.
Penulis : Aditya Maulana
Editor : Azwar Ferdian

1 komentar:

Bagikan Yuk !

Follow by Email