loading...

Popular Posts

SHARE THIS !

Rabu, 09 Oktober 2019

Kabut Asap Kembali Selimuti Jambi

Jambi, 09 Oktober 2019



KABUT ASAP yang kian melanda di beberapa provinsi di Indonesia saat musim kemarau ini. Kota Jambi yang hampir tidak memiliki lahan yang terbakar dalam kategori besar juga menjadi imbasnya. Musim kemarau ini, banyak terjadi kebakaran di beberapa provinsi yang meiliki lahan. Apakah lahan-lahan tersebut terbakar dengan sendirinya ? ataukah ini menjadi proyek pembebasan lahan bagi pemilik lahan ? karena dengan membakar tentu biaya pembebasan lahan tidak lagi perlu dkeluarkan. Sebut saja proyek aji mumpung saat kemarau. Musim kemarau menjadi kambing hitam bagi pembakar-pembakar lahan.

Kalau kita tilik, beberapa perusahaan yang ada di Indonesia adalah berasal dari negara tetangga yaitu Malaysia. Beberapa pekan terakhir terjadi pemeriksaan terhadap beberapa perusahaan tersebut. Diduga, perusahan-perusahaan tersebut dengan sengaja membakar lahan-lahan yang mereka punya sehingga seperti apa yang KemenLH (Siti Nurbaya) sampaikan beberapa perusahaan tersebut sudah disegel pada tanggal 11 September 2019. Sebagian besar saham adalah milik PT Adei asal Kuala Lumpur yang berpusat di Malaysia. 

"Saham terbesar dimiliki oleh PT Plantation" ujar Siti Nurbaya

KemenLH mengatakan bahwa pihaknya sedang mendata perusahaan-perusahaan asal Malaysia dan Singapura yang lahannya mengalami kebakaran. Semua hal tersebut perlu diidentifikasi secara mendalam.

Kondisi kemarau tahun ini hampir mirip dengan kemarau pada tahun 2015 lampau walaupun El nino tahun ini tidak aktif. September ini sudah masuk puncak musim kemarau yang berpotensi tidak adanya turun hujan dalam satu minggu kedepan.

Langkah-langkah preventif bagi kesehatan masyarakat tengah dilakukan oleh berbagai pihak dari lapisan pemerintah hingga masyarakat sendiri. Namun langkah-langkah dalam pemadaman sumber api belum efektif sehingga selalu muncul titik api yang baru, belum lagi di wilayah Sumatera banyak terdapat lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan apabila telah terjadi kebakaran.

Jambi, telah dibasahi hujan dalam pekan ini, namun air yang berkah tersebut tidaklah mejadi solusi yang dapat menghilangkan kabut asap yang telah menyebar dimana-mana. Pasalnya, setiap malam Kota Jambi diselimuti kabut asap yang cukup pekat. Tentu hal tersebut cukup berbahaya bagi kesehatan masyarakat di Kota Jambi sendiri.

Update data realtime kualitas udara di Kota Jambi pukul 14.30 WIB dengan indikator PM 2,5 dengan nilai ISPU 130 masuk dalam kategori tidak sehat. Kualitas udara di Kota Jambi memburuk sejak Senin 7 Oktober 2019 bahkan sempat masuk dalam kategori yang berbahaya.

Dengan hujan yang berguyur turun dalam beberapa hari terakhir sedikit mengurangi kondisi kaburt asap yang menyelimuti Kota Jambi, walupun hujan tersebut masih dalam intensitas sedang. Berdasarkan data stasiun Bumi Lapan masih terdapat 39 titik hotspot kebakaran di Jambi pada daerah Sarolangun dan Muaro Jambi.

0 Comments:

Posting Komentar

Bagikan Yuk !

Follow by Email