loading...

Popular Posts

SHARE THIS !

Kamis, 10 Oktober 2019

Memahami PM10 dan PM2.5 yang Menjadi Indikator Polusi Udara

Kondisi udara di Indonesia semakin menurun setiap tahunnya dan menjadi langganan setiap musim kemarau tiba, namun hampir setiap hari Ibu Kota Jakarta menduduki posisi 3 besar dengan polusi udara terburuk di dunia versi Airvisual.com. Begitulah mirisnya, semakin berkembangnya zaman, kemajuan teknologi, globalisasi ternyata juga seiring dengan bertambahnya polusi. Belum lagi dengan bencana-bencana yang ada seperti kebakaran hutan dan lahan tentu turut menyumbang Polusi udara di jagat raya ini. Tak dapat lagi kita hindari, tak dapat lagi kita pungkiri bahwa semua begitulah adanya.

Air Quality Index (AQI) melakukan pemantauan terhadap enam jenis polutan yaitu PM10, PM2.5, Karbon Monoksida, Asam Belerang, Nitrogen Dioksida hingga Ozon. Namun yang paling disoroti adalah PM10 dan PM2.5. Apa itu PM10 dan PM2.5 ?

www.kirologi.my.id
PM10 dan PM2.5


PM10 merupakan polutan Particulate Matter yang memiliki ukuran kurang dari atau sama dengan 10 mikron. Sedangkan PM2.5 merupakan polutan yang bertebaran di udara dengan ukuran yang lebih halus lagi yaitu kecil atau sama dengan 2.5 mikron. Ukuran tersebut tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bagaimana tidak, kalau dibandingakan dengan rambut maka ukuran tersebut 30 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia. Tentu dengan ukuran tersebut PM2.5 dengan mudah travelling menuju paru-paru. Dengan kehalusan ukuran tersebut, masker biasa tentu tidak dapat menghalau perjalanannya. Disarankan untuk menggunakan masker N95 yang memiliki kemampuan lebih baik dibanding masker biasa.

Paparan partikulat tersebut tentu membuat kondisi kesehatan manusia terganggu apalagi dalam konsentrasi yang melewati ambang batas tentu dengan mudah mempengaruhi kondisi kesehatan kita seperti masalah pada mata, kulit, pernapasan bahkan kematian. Bahayanya lagi dalam konsentrasi yang tidak wajar mudah sekali menyerang orang-orang yang sudah mengidap penyakit dengan masalah pernapasan seperti memperburuk fungsi paru, jantung, asma dan lain sebagainya.

Beberapa riset yang pernah dilakukan hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya penyakit Bronkitis dan Kanker Paru dan bahkan kematian.

Partikulat tersebut dapat bersumber dari kegiatan yang bersifat alami maupun kegiatan Antoprogenik. sumber dari kegiatan alami seperti polusi udara akibat dari aktivitas gunung berapi, dekomposisi biotik, debu, sporan dan lain-lain. Sedangkan sumber dari kegiatan Antoproenik ialah polusi udara yang timbul dengan campur tangan manusia seperti transportasi, industri, persampahan, pembakaran serta rumah tangga.

Berapakah ambang batas aman paparan PM10 dan PM2.5 ?

Menurut WHO ambang batas aman paparan dalam waktu 24 jam ialah 50 mikrogram/m3 untuk PM10 sedangkan 25 mikrogram/m3 untuk PM2.5. Sementara di Indonesia masih memiliki ambang batas yang tinggi yaitu 150 mikrogram/m3 untuk PM10 dan 65 mikrogram/m3 untuk PM2.5. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Indonesia masih dapat dikatakan belum baik.

1 komentar:

Bagikan Yuk !

Follow by Email